Jumat, 24 September 2010

ASKEP ANAK SAKIT TERMINAL ATAU MENJELANG AJAL

Penyakit terminal – suatu kondisi dimana kehidupan mendekati atau menjelang akhir
Berduka – Respon fisik, emosional, dan spiritual terhadap kematian, perpisahan, atau kehilangan.
Reaksi berduka – gejala somatik dan psikologis yang kompleks yang berhubungan dengan beberapa penderitaan atau kehilangan ekstrim.
Berduka yang diantisipasi – Berduka sebelum kehilangan yang aktual

PENGKAJIAN

Lakukan pengkajian fisik
Dapatkan riwayat kesehatan tentang penyakit terminal dan terapinya
Kaji konsep anak tentang diri sendiri, proses yang terjadi pada lima tahap berikut dimana anak memerlukan informasi tentang situasinya sendiri
Tahap 1 : Penyakit adalah sakit serius
Tahap 2 : Penemuan hubungan antara pengobatan dan pemulihan
Tahap 3 : Pemahaman tentang tujuan dan implikasi prosedur khusus.
Rasa sejahtera mulai menghilang dan menerima diri sebagai anak yang berbeda dari anak lain.
Tahap 4 : Penyakit dipandang sebagai kondisi permanen.
Perasaan selalu menjadi orang sakit yang tidak pernah menjadi lebih baik.
Tahap 5 : Kesadaran bahwa hanya terdapat pengobatan dalam jumlah
Terbatas. Kesadaran tentang prognosis fatal.
Observasi tanda-tanda fisik yang mendekati kematian.
Kehilangan sensasi dan gerakan pada ekstremitas bawah, berlanjut ke tubuh bagian atas.
Sensasi panas, meskipun badan terasa dingin
Kehilangan indera
Sensasi taktil menurun
Sensasi terhadap sinar
Pendengaran adalah indera yang terakhir hilang
Konfusi, kehilangan kesadaran, bicara tidak jelas
Kelemahan otot
Kehilangan kontrol defekasi dari kandung kemih
Penurunan nafsu makan/ haus
Kesulitan menelan
Perubahan pola napas
Pernapasan cheyne – stokes
“ Death rattle (bunyi dada bising karena akumulasi sekresi paru dan faring)
Nadi lemah dan lambat, penurunan tekanan darah
Kaji respon keluarga terhadap ancaman kematian
Observasi adanya manifestasi reaksi berduka yang normal pada anggota keluarga
Kaji sistem pendukung keluarga, mekanisme koping, dan ketersediaan sumber.
Kaji kemampuan diri untuk memberikan perawatan efektif pada anak yang menjelang ajal
Waspadai perasaan sendiri
Identifikasi strategi koping

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan penyakit terminal dan/ atau ancaman kematian
2. perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan kehilangan nafsu makan, tidak tertarik pada makanan.
3. takut/ cemas berhubungan dengan diagnosa, terapi, dan prognosis
4. berduka antisipasi berhubungan denga ancaman kematian anak






PEDOMAN UNTUK MENDUKUNG KELUARGA BERDUKA

UMUM
Tinggal dengan keluarga ; duduk dengan tenang bila mereka tidak ingin bicara
Terima reaksi berduka keluarga ; hindari pernyataan menghakimi (mis ; “Anda harus merasa baik sekarang”)
Hindari pernyataan yang dibuat-buat (mis ; “Saya tahu apa yang anda rasakan” atau “anda masih cukup muda untuk mempunyai bayi lagi”)
Hadapi secara terbuka perasaan-perasaan seperti rasa bersalah, marah dan kehilangan harga diri.
Fokuskan perasaan dengan menggunakan kata-kata berperasaan dalam pernyataan (mis :”Anda masih merasakan semua kepedihan karena kehilangan anak)

PADA SAAT KEMATIAN

Yakinkan keluarga bahwa segala sesuatu mungkin sedang dilakukan untuk anak, bila mereka menginginkan intervensi penyelamatan hidup
Lakukan apa saja yang mungkin dilakukan untuk menjamin kenyamanan anak, khususnya penghilangan nyeri.
Beri kesempatan pada anak dan keluarga untuk meninjau ulang pengalaman khusus atau memori dalam kehidupan mereka
Ekspresikan perasaan pribadi tentang kehilangan dan/ atau frustasi (mis;”Kami akan sangat kehilangan dia” atau “ Kami sudah mencoba segala sesuatu; kami sangat menyesal bahwa kami tidak dapat menyelamatkannya”)Berikan informasi yang diminta keluarga dan bersikap jujur.
Hargai kebutuhan emosional anggota keluarga seperti saudara kandung, yang mungkin ingin menyingkir sejenak dari anak yang menjelang ajal
Buat setiap upaya untuk mengatur anggota keluarga khususnya orang tua untuk bersama anak pada saat kematian, bila mereka menginginkannya.
Dorong kelurga untuk bicara dengan anak bahkan bila ia tampak koma
Bantu keluarga mengidentifikasi dan menghubungi kerabat, teman atau ndividu pendukung lain
Hargai keyakinan religius dan budaya seperti upacara khusus atau ritual
Atur untuk dukungan spiritual, sep[erti rohaniawan, beri dukungan spiritual sesuai permintaan anak atau keluarganya

SIMTOMATOLOGI BERDUKA NORMAL

Sensasi distres somatik
Perasaan sesak di tenggorok
Tersedak, dengan napas pendek
Kecenderungan nyata untuk napas pendek
Perasaan kosong dalam abdomen
Distres subyektif terus-menerus yang digambarkan sebagai tegangan atau sakit mental

Preokupasi dengan bayangan kematian
Mendengar, melihat atau membayangkan kehadiran individu yang sudah meninggal
Sedikit rasa tidak nyata
Perasaan jarak emosi dari orang lain
Dapat meyakini bahwa ia mendekati kegilaan

Perasaan bersalah
Mencari bukti kegagalan dalam mencegah kematian
Mendakwa diri sendiri tentang pengabaian atau kelalaian minor yang berlebihan

Perasaan bermusuhan
Kehilangan kehangatan terhadap orang lain
Kecenderungan untuk peka rangsang dan marah
Mengharapkan untuk tidak diganggu oleh teman dan kerabat


Kehilangan pola berhubungan yang umum
Gelisah, tidak dapat duduk diam, gerakan tanpa tujuan
Terus menerus mencari seuatu untuk dilakukan atau apa yang ia pikir harus lakukan
Kurang kapasitas untuk memulai atau mempertahankan pola aktivitas yang teratur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar